Tampilkan postingan dengan label Spiritualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritualitas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

KuasaNYA Tidak Pernah Tersembunyi

Ulil Absar Abdala (Cendekiawan Muslim Ia yg rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati. Ia yg lemah, menghidupkan harapan yg nyaris punah. Ia yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita. Ia yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia. Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri. Ia yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah kirmizi: Cintailah aku! Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu. Aku tak tertarik pada debat ahli teologi. Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku. Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku: Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista. Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu – mereka semua guru-guruku, yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta. Penyakitmu, wahai kaum beriman: Kalian mudah puas diri, pongah, jumawa, bagai burung merak. Kalian gemar menghakimi! Tubuh yang mengucur darah di kayu itu, bukan burung merak. Ia mengajar kita, tentang cinta, untuk mereka yang disesatkan dan dinista. Penderitaan kadang mengajarmu tentang iman yang rendah hati. Huruf-huruf dalam kitab suci, kerap membuatmu merasa paling suci. Ya, Jesusmu adalah juga Jesusku. Ia telah menebusku dari iman yang jumawa dan tinggi hati. Ia membuatku cinta pada yang dinista! Semoga Semua Hidup Berbahagia dalam kasih Tuhan.

Kamis, 24 Februari 2011

ALLAHU AKBAR, ALLAH MAHA BESAR

ALLAHU AKBAR,
ALLAH MAHA BESAR…….

Setiap kusebut Asma ini,
sesungguhnya hatiku bergetar,
getar oleh rasa rindu untuk bertemu,
dan berbicara empat-mata dengan-NYA.

Rupanya kerinduanku dijawab-NYA,
dengan menampakkan wajah-NYA,
di depan mata-hatiku.

Maka dengan sepenuh kemanjaan,
aku berkata kepada-NYA:
“Engkaulah BAPA-ku,
juga BAPA semua orang,
juga BAPA sekalian yang ada!”

ALLAHU AKBAR…….
Ketika Asma itu kusebut dalam keheningan,
tampaklah di depanku,
seraut wajah yang begitu agung,
sinar mata-NYA yang teramat sejuk memandangku dengan amat kasih,
kubalas menatap wajah-NYA,
kudapati jiwaku damai-bahagia tak terkira.

Ketika aku memasuki keadaan seperti itu,
kenakalanku sebagai yang telah diangkat menjadi anak-NYA,
memberanikan diri berkata:
“BAPA, ada teriakan sejumlah orang menyebut Asma-MU… ALLAAAHU AKBAR,
sambil berlari mengacung-acungkan golok dan pentungan,
sorot matanya menyala,
pandangannya beringas menebar benci,
tumpahkan darah orang-orang sesat,
bunuh para kafir,
ALLAAAHU AKBAR….!”

Selesai berkata seperti itu,
kupandang terus wajah-NYA,
menunggu reaksi-NYA.
Kulihat dalam mata-hati,
BAPA-ku nampak sedih,
lalu mengedarkan pandangan mata-NYA ke segala arah,
kepada orang-orang yang mengejar,
kepada orang-orang yang dikejar,
seraya bergumam: “Semuanya AKU kasihi tanpa batas,
sejak awal mula,
untuk seterusnya,
karena AKU Yang Maha Kuasa ini,
tak mampu untuk tidak mengasihi manusia yang KU-ciptakan,
dengan sepenuh hati-KU!”

Celtic’73.

Jumat, 11 Februari 2011

ALLAHU AKBAR


oleh Gus Mus(KH Mustofa Bisyri, Rembang)

Allahu Akbar!

Pekik kalian menghalilintar
Membuat makhluk-makhluk kecil tergetar

Allahu Akbar!
Allah Maha Besar!
Urat-urat leher kalian membesar meneriakkan Allahu Akbar
Dan dengan semangat jihad nafsu kebencian kalian membakar apa saja yang kalian anggap mungkar

Allahu Akbar, Allah Maha Besar!
Seandainya 5 milyar manusia penghuni bumi sebesar debu ini sesat semua atau saleh semua,tak sedikit pun akan mempengaruhi KebesaranNya
Melihat keganasan kalian aku yakin kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman
Yang kasih sayangNya meliputi segalanya

Bagaimana kau begitu berani mengatas-namakanNya ketika dengan pongah kau melibas mereka yang sedang mencari jalan menujuNya?

Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka tidak kalian biarkan saja Tuhan mereka yang menyiksa mereka.
Kapan kalian mendapat mandat dan wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?

Allahu Akbar!

Syirik adalah dosa paling besar.

Dan syirik yang paling akbar adalah mensekutukanNya dengan mempertuhankan diri sendiri

Dengan memutlakkan kebenaran sendiri.
Laa ilaaha illallah!
Amin.

Note :
Gus Mus ( KH. MUSTOFA BISRI adalah salah satu penerus cita2 Gus DUR )
Semoga sajak dari Gus Mus bisa memberikan kesadaran buat kita semua..

Kamis, 04 Desember 2008

MENGUKUR KEBAHAGIAAN

Dampak krisis global pelan-pelan mulai terasa dalam kehidupan masyarakat akhir-akhir ini. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah bergaung, hilangnya pupuk dipasaran adalah ancaman gagal panen bagi para petani. Penurunan harga BBM (premium) tidak bisa membantu, karena disisi lain harga sukucadang impor naik sebagai akibat melajunya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. Kegelisahan terjadinya krisis ini nyaris melanda semua orang yang bisa kita temui sehari-hari. Lalu, kemanakah “kebahagiaan” kini berada?

Kebahagiaan seringkali diukur berdasarkan kekayaan yang dimiliki seseorang atau sebuah negara. Semakin kaya seseorang atau sebuah negara, maka akan dianggap “bahagia” hidupnya. Sebab mereka yang kaya tidak kekurangan, semuanya terpenuhi secara materi. Sebagian orang berpendapat bahwa, untuk menikmati kebahagiaan tidak selalu harus bergelimang harta, ada hal lain, misalnya: kepuasan berbuat baik bagi sesama pun bisa membuat bahagia.

Kebahagian memang sulit diukur, karena perbedaan cara memandang dan tujuannya. Ada sebuah lembaga konsultan di Inggris yang setiap tahun menerbitkan daftar peringkat negara paling bahagia di dunia. Sudah dua kali survei dilakukan, yakni: tahun 2006 dan 2007, dengan 178 negara yang di survei. Indikator yang dipergunakan adalah berdasarkan “sikap bahagia” yang ditunjukkan warga negaranya dan “kepeduliannya terhadap lingkungan”, dan indikator tersebut meliputi: kepuasan hidup, angka harapan hidup, dan peran serta mereka dalam pelestarian lingkungan.

Maka, janganlah heran mengapa negara-negara maju yang tergabung dalam kelompok G8, yang notabene tergolong negara kaya, dalam daftar survei ini harus puas berada diperingkat 66 kebawah.

Lembaga Survei NEF (New Economics Foundation) yang berkedudukan di London, mendapatkan fakta bahwa; tingginya angka konsumsi sebuah negara tidak diimbangi dengan tingginya angka kesejahteraan penduduknya.

Vanuatu dalam dua kali survei (2006 & 2007) mendapat peringkat tertinggi. Mengapa?

Vanuatu adalah negara kepulauan di Pasifik dengan jumlah penduduk 200.000 jiwa. Mereka bukanlah masyarakat yang tergolong konsumtif, kehidupan mereka sederhana, hanya tentang bagaimana berbuat baik kepada sesama. Tidak ada yang perlu mereka khawatirkan hidup di negara tersebut, kecuali gempa bumi dan badai topan.

Bagaimana dengan posisi Indonesia?

Posisi Indonesia di urutan 23, naik 8 poin di tahun 2007 (Tahun 2006 Ranking 31) cukup terhormat dibandingkan dengan Thailand (32), Malaysia (44), Brunei Darussalam (100) dan Singapura (131), walaupun sejumlah bencana alam menghantam negeri tercinta kita. Sedangkan Vietnam dan Philippina posisinya lebih baik, masing diurutan 12 dan 17.

Daftar peringkat tersebut menunjukkan keberhasilan sekaligus kegagalan suatu negara dalam “menyediakan kehidupan terbaik” dan “menjaga sumber daya alam” yang terbatas di wilayahnya bagi kemaslahatan penduduknya. Daftar ini berbeda dengan daftar negara-negara kaya, tapi semua negara bisa melakukan upaya yang terbaik.

Bila Anda tertarik dan ingin melihat hasil survei secara keseluruhan, silakan berkunjung ke situs :

Jumat, 24 Oktober 2008

ROH PELAYANAN

Siang tadi sebuah SMS dari saudara tua Pandhawa saya mendarat di HP saya, yang berkisah bahwa beliau telah menjadi korban praktik Manajemen SKD dan EGP.

Senyampang dengan isi sms tersebut, saya jadi teringat pada sebuah materi pelatihan yang pernah saya bawakan akhir Agustus lalu tentang PELAYANAN di sebuah outlet yang berdagang perhiasan emas. Setelah menyampaikan materi sekitar 2 jam, diakhir uraian, untuk membangun motivasi yang kuat dan mendasar, serta untuk membuktikan bahwa uraian yang baru saja saya sampaikan benar adanya, saya menimbang perlu untuk memberikan tugas pada para peserta. Tugas tersebut berupa PERCOBAAN untuk dilaksanakan esok harinya, lalu mengamatinya selama sepekan ke depan.

1. Dalam percobaan tersebut saya meminta mereka menyediakan tiga buah wadah yang masing-masing diisi dengan segenggam NASI, kemudian ketiga wadah tersebut ditempatkan sedemikian rupa agar tidak terlalu berdekatan satu sama lain.

2. Setiap wadah diberi nama, masing-masing: A, B dan C

3. Setiap karyawan, setiap pagi harus melakukan komunkasi kepada wadah-wadah tersebut dengan sapaan yang berbeda pada setiap wadahnya:

a. Pada wadah “A”, mereka harus menyapanya dengan kata-kata sebagai berikut:

· Selamat Pagi “A”

· Kamu cantik deh

· Baik, sabar dan selalu tersenyum

· Aku senang melihatmu

· Aku ingin kamu selalu didekatku

· I Love You

· Terima kasih ya!

b. Pada wadah “B”, mereka wajib menyapa dan mengekspresikan sesuai makna kata-kata seperti:

· Kamu bodoh

· Goblok

· Jelek

· Cerewat

· Pemarah

· Tidak sabaran

· Aku benci melihatmu

· Aku sebel jika didekatku

· Emang Gue Pikirin

c. Sedangkan pada wadah “C”, para karyawan tidak perlu melakukan apa-apa, alias dibiarkan saja.

4. Sepekan kemudian, mereka mengamati apa yang terjadi terhadap Nasi pada ketiga wadah tersebut dan inilah catatan pengamatan mereka:

A

B

C

Berair

Berair

Berwarna Hitam

Lembek

Berjamur Lebih Banyak

Banyak Jamur

Warna Kekuning-kuningan

Menggumpal

Menggumpal

Berjamur Sedikit

Bau Busuk

Bau Busuknya Menyengat

Baunya Seperti Tape



5. KESIMPULAN

Energi yang kita pancarkan dari diri kita terhadap suatu obyek akan mempunyai dampak sesuai energi yang kita kirimkan, baik energi positif maupun negatif.

Ada sebuah pertanyaan menarik muncul dalam percobaan tersebut, demikian isinya:”Saya heran, koq bisa benda yang sama jadinya beda. Padahal nasi kan tidak bisa berpikir atau berperasaan seperti manusia. Mengapa koq bisa begitu? Dan apa nasinya bisa mendengar, Pak?”

Nasi (padi) adalah makhluk hidup sama seperti kita. Sebagai contoh, masyarakat Bali --mungkin di tempat lain juga-- mempercayai hal itu, sehingga mereka perlu melakukan upacara yang disebut BIYUKUKUNG, yakni: upacara yang dilakukan saat padi “hamil”. Nah, loh! Anda pasti tertawa geli ‘kan?! He he he . . .

Sebuah wujud Maha Karya yang luar biasa yang (barangkali) tidak pernah terlintas dipikiran dan perenungan kita. Biyukukung mengingatkan akan hal itu, bahwa PADI pun HAMIL; hasil persetubuhan antara matahari dan air, yang benihnya bersemayam dalam rahim tanah, dan tumbuh sebagai janin padi.

Proses menjadi Padi melalui 27 tahapan upacara, dan upacara Biyukukung adalah satu bagian doa para petani di Bali yang ditujukan kepada Bhatara Surya untuk mohon restu dan perlindungan bagi kehidupan jabang padi yang ada di rahim tanah.

Barangkali selama ini kita tidak pernah peduli dengan eksistensi NASI (padi), kita hanya memperlakukannya sebagai satu bagian alat untuk menopang kehidupan kita, sehingga kita selalu memaknai Nasi sebagai benda mati yang tidak pernah mendengar dan berperasaan. Menurut saya, mohon maaf, Anda salah! Sebab Nasi ternyata mempunyai ROH, sebagaimana dibuktikan dalam percobaan sederhana tersebut diatas.

Manusia yang sudah pasti memiliki Roh; pikiran dan perasaan (emosi), haruslah DIPERLAKUKAN YANG BAIK sesuai kemampuan kita dalam melayani. Karena, manusia lebih mampu mengekspresikan sikap dan tindakannya secara langsung (realtime), sebagai akibat dari sikap/tindakan relasinya yang dirasakannya dibandingkan dengan makhluk lain (hewan, tumbuhan dan alam).

Marilah kita berikan Roh Pelayanan terbaik dalam hidup ini bagi sesama manusia dan semua makhluk hidup serta alam raya. Lebih-lebih, Anda yang sedang beraktivitas dalam bisnis (pelayanan publik), yang nyata-nyata mengharapkan PAMRIH.

Janganlah sekali-kali menerapkan manajemen SKD (Jawa: Sak Karepe Dhewe) alias “SEMAU GUE”, apalagi mempraktikkan manajemen EGP (Emang Gue Pikirin), Jika Anda tidak mengharapkan kehilangan relasi.

Sabtu, 29 Maret 2008

SMS DOA


Pagi tadi saya mendapat SMS dari seorang teman yang isinya demikian,

Bunda Maria menangis air mata darah di rumah bapak Dami Wadan depan PLN Lewoleba Lembata. Bunda berpesan agar semua orang berdoa mohon keselamatan sebab begitu banyak dosa manusia di zaman ini. Banyak orang telah menyaksikan keajaiban tersebut.

Kirim ke 10 orang keluargamu maka kamu pasti mendapat 10 keajaiban dari Bunda Maria besok pagi. Tapi jika kamu abaikan maka kamu akan mendapat kesulitan selama 10 tahun. Jangan putus di tangan Anda, ini benar-benar terjadi pada rabu 19 Maret 2008 pkl 10.00 WITA.

SMS sejenis beberapa kali pernah saya terima, nadanya sama;

1. perintah untuk berdoa mohon keselamatan

2. dijanjikan bonus 10 keajaiban jika meneruskan

3. ancaman akan mendapat kesulitan selama 10 tahun

Bukannya saya tidak percaya dengan berita yang disebarkan, namun sejak kapan para Kudus mulai menjual doa dengan imbalan bonus keajaiban, bahkan jika kita tidak membeli doa untuk disebarkan ancamannya adalah tulah selama 10 tahun?

Bukankah sejak jaman Adam dan Hawa, manusia sudah jatuh kedalam dosa? dan saat ini dosa itu semakin bertambah berkali lipat banyaknya. Doa bisa menjadi pepulih hidup kita yang sarat akan godaan; dengan berdoa setiap saat tidak hanya sekedar berbicara dengan Sang Pemberi Hidup, tapi bisa memberikan kelegaan.

Jadi, kalau menurut saya, doa harus dilakukan dengan keikhlasan lahir batin, bukan dilakukan karena ada iming-iming bonus yang besar, apalagi karena ancaman.

Saya mensinyalir, penyebaran SMS tersebut dilakukan untuk menguras pulsa orang-orang yang sedang “tidak tahu” atau “takut” akan kutukan tersebut, dan jadilah ini sebuah praktik bisnis (terselubung) yang amat menggiurkan di era digital ini. Sekarang sangat marak praktik menguras pulsa ini dengan berbagai trik, seperti: kuis berhadiah, ramalan, teman kencan hingga doa pun laris dikuti dan dipesan. Mangsa empuk yang menjadi target bisnis ini adalah mereka-mereka yang sedang rapuh dan tidak memiliki iman yang tangguh. Mereka mudah tergiur oleh pola hidup konsumerisme dan hedonisme.

Sekiranya yang dikirimkan kepada saya adalah berisi doa, tanpa bumbu bonus dan ancaman, maka saya akan dengan ikhlas akan meneruskan penyebarannya sebagai bahan ingatan bagi kita semua untuk rajin-rajin berdoa. Karena doa adalah bagian dari keimanan kita kepada Sang Khalik.

Bagaimana menurut Anda?

Jumat, 28 Maret 2008

Maafkan Daku!


Sore ini,

matahari berwarna lembayung

ketika orang-orang bergegas dalam langkah

menuju altar Sang Pahlawan;

untuk mempersembahkan kepentingan,

demikian juga diriku


Seret langkah para jubah mengawal prosesi

memecah senyap dalam gelap setiap hati

yang menanti setitik cahaya


Engkau sudah berkorban;

seperti benih yang harus mati agar bisa hidup

kuatkah aku, wahai Pahlawanku?

menyibak jalan-jalan panjang ziarah ini

Maafkan aku,

jika hatiku bimbang dan ragu

(sabtu suci, 22032008)

Selesailah Sudah!


Di sudut ruang

Aku mendengarkan perjalanan ziarahMu dibumiku

Aku terpekur dalam hiruk pikuk sidangMU

setiap jawabMu menyayat hati siapa yang mendengarnya;

lemah, namun menusuk hingga ke ulu hati.


Di puncak jalan sengsaraMu;

ketika tanganMu sudah terentang diantara langit dan bumi

rasa haus meradang dibibirMu

tapi, hanya cuka yang bisa Kau kecup,

sesaat kemudian terdengar suaraMu, “ … selesailah sudah …”

baris terakhir lagu sunyiMu menutup nyanyian!


Ijinkan aku mengecup kakiMu

sebagai penghormatan dan pertobatanku!


(jumat agung, 21032008)

MengenangMu


Aku tak ada disana

ketika Engkau bersama para leluhurku,

Beribu masa, mereka mengisahkan perjamuanMu yang terakhir

tentang kaki leluhurku yang Kau basuh,

tentang pesanMu untuk selalu saling mengasihi diantara mereka

dan,

mengenangMu dalam setiap perjamuan

Setiap mengenangMu,

aku tak pernah bisa mengukur kedalaman kasihMU

(kamis putih, 20032008)