Rabu, 01 Februari 2012

Menyesatkan


“Sebuah keahlian dapat dikuasai hanya dengan latihan, latihan, dan latihan.”
(effendi Budi P.)

Di sebuah Bandara Internasional tampak aktivitas orang yang berdesakan, sebagian orang untuk check-in dan yang lainya untuk urusan-urusan lainnya.

Seorang petugas sebuah penerbangan sedang sibuk melayani calon penumpangnya. Karena kesibukan yang luar biasa, petugas tersebut melakukan kecerobohan kecil, yaitu ketika akan menimbang berat koper tersebut ia mengangkat dengan cara diseret, maka koper tersebut tergores oleh bagian ujung tempat timbangan, dan meninggalkan goresan yang cukup panjang. Spontan, melihat kejadian itu, maka mata calon penumpang tersebut langsung membelalak, dia marah, menuding, mengumpat dan hampir semua jenis sumpah serapah dia lontarkan, namun si petugas penerbangan itu dengan wajah yang sangat tenang, tetap tersenyum sambil meminta maaf, terus bekerja mengetikkan data pada komputer dan merekatkan label pada koper itu.

Kejadian tersebut berlangsung cukup lama, pada akhirnya tetap dengan wajah yang memerah penumpang tersebut meninggalkan tempat pelayanan maskapai penerbangan itu. Lalu, calon penumpang berikutnya yang antri dibelakangnya ketika sudah mencapai gilirannya berusaha menghibur petugas penerbangan tersebut dengan pujian, Wah, Anda ini hebat, sabar sekali, meskipun sudah dimarahi habis-habisan tetapi Anda tetap tersenyum, tenang dan tetap melakukan pekerjaan Anda. Apa sih rahasianya, supaya bisa seperti itu?, tanyanya.

Masih dengan senyum khas-nya petugas penerbangan itu menjawab,”he...h, tapi saya sudah membalas koq, Pak”, katanya lirih sambil melirik penumpang yang baru saja memarahinya. “Membalas bagaimana? Sejak tadi Anda kan diam saja, cuma tersenyum sambil menunduk-nunduk saja - waktu saya lihat tadi...”, kata calon penumpang itu. “Saya membalas dengan yang saya bisa, Pak. Beliau tadi itu kan tiketnya ke Bali, nah koper beliau saya beri label Jakarta, jadi... nanti beliaunya sampai Bali, kopernya akan sampai di Jakarta”, katanya sambil tersenyum kecut.

Senyum petugas bandara dalam cerita diatas adalah buah keahlian yang terbentuk oleh latihan. Senyum keramahannya tidak dapat dibaca oleh penumpang yang marah, yang akhirnya menyesatkannya.

Pikirkanlah cara yang baik dalam memberi kesan baik untuk menyampaikan ketidaksetujuan Anda pada orang lain melalui pilihan kata yang baik. Ungkapkanlah dengan nada suara yang bijak sambil tersenyum, jangan dengan api kemarahan!

Tidak ada komentar: