Sabtu, 25 Februari 2012

Hubungan Antara Meluapkan “Perasaan Gembira” dengan “Sifat Mental Yang Positif”


R.B.Zajonc, seorang pakar psikologi dari Universitas Michigan di Ann Arbor berpendapat bahwa ada unsur psikologi yang dapat dihubungkan antara meluapkan “perasaan gembira” dengan “sifat mental yang positif.” Bagian raut muka manusia mempunyai otot-otot, akan tetapi ada juga sebagian orang yang tidak mempunyai kemampuan melebarkan rongga mulutnya, sehingga ada kesulitan tersendiri untuk bisa tersenyum. Secara fungsional sebagian dari otot-otot tersebut masih merupakan misteri.

Apakah bentuk air muka yang nampak diwajah seseorang adalah wujud presentasi sebenarnya situasi emosional yang ada dalam pikirannya?

Sebagai contoh, dapatkah kita melemparkan senyuman untuk menghilangkan rasa takut kepada musuh? Jika seseorang sedang menghadapi masalah yang menekan dirinya, apabila ia mampu tersenyum, maka senyumnya dapat membuat dirinya gembira dan melupakan masalah yang dihadapi atau akan punya kemampuan untuk menyelesaikannya dengan tenang.

Secara ilmiah, darah akan mengalir kebagian otak dan muka melalui saluran darah yang sama yaitu, arteri karotid. Apabila seseorang tersenyum atau mengerut dahi, maka otot wajah yang melintasi bagian tulang rahang akan menjadi tegang dan ia akan menyebabkan darah lebih banyak dipompakan ke bagian wajahnya. Melalui proses ini, perubahan terjadi terhadap kadar darah yang disalurkan melalui arteri karotid yaitu,  saluran utama menuju ke otak. Keadaan ini akan melegakan perasaan seseorang. Teori ini juga menjelaskan keadaan seseorang yang menjadi merah wajahnya. Keadaan ini sebenarnya satu tindakan yang tidak sengaja. Orang yang menjadi merah wajahnya sebenarnya ingin lari dari apa yang dialaminya.

Contohnya, perasaan malu. Ini terjadi apabila perjalanan darah yang dipacu oleh sistem hormon adrenalin dalam badan telah dialirkan dari otak ke saluran darah dibagian wajah hingga menyebabkan air muka seseorang itu berubah menjadi merah. Air muka yang muram menyebabkan seseorang merasa tertekan, sedangkan air muka yang ceria akan membantu memompakan semangat. Namun demikian, kebenaran teori ini tidak dapat dijamin sepenuhnya karena senyum kadang-kadang bisa dibuat-buat atau disengaja untuk melindungi perasaan marah atau kecewa (baca cerita “senyum yang menyesatkan”)..

Bagaimanapun, terdapat juga alasan yang baik untuk memastikan bahwa raut muka yang gembira akan merangsang perasaan Anda. Senyum bukan saja menjadikan otak Anda merasa lega, tetapi mampu membuat orang lain senang dan bersedia untuk berinteraksi dengan Anda. 

Tidak ada komentar: